Mengisi Waktu Libur ke Town square Brussel

By | May 3, 2017

Town square Brussel – merupakan salah satu public space yang sangat menarik, yang wisatawan jumpai ketika berkunjung ke Eropa. Mungkin sudah tidak asing lagi bagi yang sudah pernah ke Eropa ketika mendengar nama yang di sebut sebagai one of the most beautiful town square in the world. Yang di dalam bahasa prancis dan Inggris, kawasan ini akrab dengan sebutan Grand Place, sedangkan di dalam bahasa belanda di kenal dengan nama Grote Markt. Lalu kenapa di 2 namakan? Karena Brussel menggunakan bahasa prancis dan Belanda sebagai bahasa resminya, sehingga semua nama yang ada di tempat di sini di namai dalam 2 bahasa. Walau pun pada umum nya dalam bahasa prancis yang mayoritas di gunakan di sini.

Mengisi Waktu Libur ke Town square Brussel

Mengisi Waktu Libur ke Town square Brussel

Awalnya tempat ini adalah sebuah pasar yang di bangun pada abad ke-11, dengan ukuran 68×110 meter. Namun seiring dengan perkembangan zaman grande place yang kini berubah menjadi sebuah area yang di penui dengan bangunan kuno yang dengan gaya arsitektur yang beragam. Mungkin dengan keunikan ini juga menjadikan sebuah Grande Place sebagai salah satu World Heritage Site oleh Unesco. Jadi tidak heran kenapa grande place menjadi sebuah daya tarik yang utama bagi para turis di Brussels.

{{ Ikuti Program Umroh Plus Eropa }}

Untuk bangunan yang pertama yang cukup mencuri perhatian bagi para pengunjung adalah ketika melihat bangunan Town Hall Kota ini. Yang di kenal dengan nama Hotel de Ville dalam French dan Stadhuis dalam Dutch. Sebuah bangunan dengan 3 lantai, dengan menara yang setinggi nya hampir 100 m pada bagian depan tengah nya. Town Hall ini di bangunan sekitar pada tahun 1400, namun sampai sekarang kondisinya masih sangat terperihara dengan sangat baik. Para pengunjung benar-benar di buat kagum dengan detail-detail yang menghiasi gedung ini. Benar-benar membuat nuansa Gothic yang sangat kuat.

Tidak hanya itu ternyata memiliki sebuah cerita sejar     ah yang membuat Town Hall ini menjadi lebih menarik di bandingkan dengan bangunan lainnya. Sekitar pada tahun 1700 an, tentara prancis datang dan menyerang Brussels dan memborbardir Grand Place. Town Hall ini sebenarnya adalah sebuah sasaran utama bagi para tentara prancis tersebut, namun ternyata serangan mereka tidak tepat “Meleset”. Walaupun hampir seluruh Grand Place hacur lebur, namun bangunan Town Hall ini ternyata lebih berdiri tegak sampai dengan sekarang.

Kemudian tempat ini di seberang nya berdiri satu bangunan lagi yang tidak kalah megah nya. Bangunan ini dikenal sebagai dengan King’s House, namun dahulu pernah ada raja yang tinggal disini. Yaitu orang belanda dengan menyebutnya sebagai Broodhuis yang artinya Bread House, karena dulu nya tempat ini di gunakan untuk berjualan roti. Sedangkan bagi orang prancis menyebutnya dengan nama Maison du Roi. Di dalam bangunan ini kini di jadikan sebuah museum kota Brussels (The Museum of Brussels City). Di dalam bahasa prancis nya di sebut dengan Musee de la Ville de Bruxelles sedangkan di dalam bahasa belandanya adalah Museum van de stad Brussel. Museum ini merupakan sejarah yang menceritakan sebuah perkembangan kota Brussels dari dulu sampai dengan sekarang.

Mengisi Waktu Libur ke Town square Brussel

Mengisi Waktu Libur ke Town square Brussel

elain dua bangunan tersebut masih banyak sekali bangunan-bangunan kuni lainnya yang merupakan sebuah bagian dari Guildhalls yang memenuhi Grand Place ini, seperti Le Pigeon ,La Maison des Boulangers, dan Le Maison des Boulangers dan Le Maison des Dusc de Brabant yang dulu nya adalah tempat tinggal bagi kaum bangsawan. Namun sekarang lantai dasar bangunan tersebut telah menjadi café dan restaurant yang selalu di penuhu oleh pengunjung. Sedangkan lantai atas di sewakan untuk kantor dan lainnya.

Dengan berada di tengan kepungan bangunan kuno yang masih dengan berdiri kokoh, dengan memberikan sensasi kagum tersendiri. Dengan gaya Arsitektur Art Nouveau, Baraoque dan Ghotic berjajar menghiasi square ini. Memiliki ukuran bangunan yang sangat tinggi besar dan kaya akan detail membuat para pengunjung merasa sedang berada di jaman klasik. Buat anda cobalah berdiri di tepat di tengah square sambil dengan berputar 180 derajat dan melihat ke sekililing di area itu. Yang banyak di rasakan yaitu semakin lama para pengunjung akan memandangi sebuah bangunan-bangunan yang tua itu, semakin lebar senyuman yang mengembang di wajah para pengunjung.

Jika ingin lebih betah ada baik nya datang pada saat berlangsungnya Flower Carpet. Karena tepat di tengah Grand Place yang nannti akan di penuhu oleh taburan sebuah bunga Begonia yang di susun dengan pola tertentu. Sebuah susunan bunga Begonia ini yang nannti nya akan menyerupai karpet raksaksa dengan ukuran 77 x 24 meter. Festival ini yang biasanya di adakan 2 tahun sekali, namun hanya berlangsung selama 3 hari. Karena bunga begonis tersebut katanya hanya bisa bertahan selama 3 hari saja..