Rupiah Menguat 47 Poin

By | March 18, 2017

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore, bergerak menguat sebesar 47 poin jadi Rp13. 317, dibanding terlebih dulu di posisi Rp13. 364 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova menyampaikan, mata uang rupiah yang terapresiasi pada dolar AS memberikan kecemasan pelaku pasar uang didalam negeri pada kenaikan suku bunga AS (Fed Fund Rate) nisbi tak ada.

” Pasar tak cemas ketentuan The Fed yang menaikan kalkulator kurs suku bunganya lantaran telah diantisipasi, ” ucapnya.

The Fed mengambil keputusan menaikan suku bunga referensinya dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berjalan pada 14-15 Maret sebesar 0, 25 basis poin ke posisi 0, 75-1%.

Ia memberikan, fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat juga ikut menyokong mata uang rupiah, hal semacam itu tampak dari sebagian data ekonomi yang mencatatkan hasil positif.

” Meski sekian, pelaku pasar diinginkan tetaplah siaga lantaran pelaku pasar dengan tujuan periode pendek bisa mengambil posisi tindakan ambillah untung, ” katanya kepada http://kursdollar.co.id.

Ekonom-Riset Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy memberikan kalau memanglah kenaikan suku bunga Fed bisa menyebabkan potensi volatilitas pasar keuangan yang akan datang, namun hal semacam itu cuma bakal berlaku sebentar dan juga terbatas.

” Di samping telah diantisipasi pelaku pasar, suku bunga riil Indonesia beberapa besar juga masihlah atraktif dibanding dengan pasar AS, ” katanya.

Disamping itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis ini mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13. 336 dibanding hari terlebih dulu (Rabu, 15/3) Rp13. 375 per dolar AS.