Wisata Tana Toraja

By | May 27, 2017

Hampir semua orang di Indonesia pernah mendengar Tana Toraja. Salah satu kabupaten di propinsi Sulawesi Selatan ini terkenal karena masyarakatnya yang memiliki kepercayaan dan ritual tradisi yang cukup unik dan ketat. Menurut cerita turun temurun, nenek moyang masyarakat Toraja berasal dari surga yang langsung turun ke bumi dengan menggunakan tangga yang menjadi media komunikasi antara nenek moyang dengan PuangMatua yang merupakan Tuhan dalam kepercayaan masayarakat Toraja. Hingga saat ini masih banyak ritual adat yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap nenek moyang. Tak heran jika pada akhirnya ritual dan upacara adat yang ada di Tana Toraja menjadi salah satu cikal bakal wisata Tana Toraja https://www.exploretoraja.com/.

Jika Anda ingin berkunjung ke Tana Toraja, Anda bisa menggunakan jalan darat dari Makassar dengan waktu tempuh sekitar 8 jam. Biasanya wisata Tana Toraja mulai ramai oleh wisatawan lokal maupun mancanegara sekitar bulan Desember karena di bulan ini banyak digelar berbagai pertunjukan budaya, upacara adat, dan festival. Selain melihat ritual adat, Anda juga bisa mengikuti tur wisata seperti mengunjungi rumah adat di desa wisata KeteKesu di kabupaten Toraja Utara. Anda juga bisa mengunjungi Londa yang merupakan kompleks makam yang terletak di sebuah tebing batu. Londa terletak sekitar 7 km di selatan kota Rantepao yang merupakan pusat pariwisata dan akomodasi bagi para wisatawan yang berkunjung ke Tana Toraja.

Salah satu ritual adat yang masih dilakukan oleh masyarakat Tana Toraja di pedalaman utara (masyarakat Baruppu) adalah tradisi Ma’nene, yaitu tradisi mengenang leluhur dengan cara membersihkan dan mengganti pakaian mayat para leluhur. Masyarakat Baruppu percaya bahwa meskipun secara jasad telah meninggal dunia, arwah para leluhur tetap hidup dan mengawasi keturunannya dari dunia lain. Selain tradisi Ma’nene ada juga upacara Rambu Solo yang merupakan ritual penguburan khusus bagi orang-orang yang telah meninggal dunia. Masyarakat Tana Toraja percaya bahwa orang yang meninggal dunia harus diberikan upacara penguburan secara layak sesuai aturan yang telah ditetapkan. Jika upacara Rambu Solo tidak dilakukan, konon arwah yang meninggal tersebut akan memberikan kemalangan dan bencana bagi kerabat yang ditinggalkannya. Demikian beberapa informasi mengenai wisata Tana Toraja yang bisa Anda jadikan referensi untuk rencana liburan Anda selanjutnya.